Pandemi Covid-19 Dapat Memicu Gangguan Seksual pada Pria



Kondisi finansial dan bisnis yang lesu selama pandemi Covid-19 dapat memicu kelelahan dan stress pada sebagian pria. Jika kondisi seperti ini tidak diatasi segera, maka bisa berdampak pada keharmonisan rumah tangga mengingat pria adalah kepala keluarga.

Salah satu keharmonisan rumah tangga yang dimaksud kata Medical & Scientific Information Manager PT Dexa Medica, dr. Ratna Kumalasari adalah gangguan seksual atau disfungsi seksual.

“Ada dua faktor penyebab yang menjadi penghambat fungsi seksual, yakni faktor fisik dan psikologis. Secara fisik biasanya disebabkan oleh penyakit tertentu seperti diabetes, hipertensi, rendahnya kadar testosteron, gangguan neurologi/saraf, gangguan pembuluh darah, dan penggunaan obat-obatan tertentu,” jelas dr Ratna, dalam siaran persnya, Jumat (2/10/2020)

Menurut dr Ratna, dalam kondisi seperti sekarang ini, stamina dan vitalitas pria khususnya yang berusia di atas 45 tahun dituntut lebih prima. Karena bagaimanapun juga selain bekerja dari pagi hingga sore hari, seorang pria baik sebagai individu maupun kepala keluarga juga perlu untuk beraktivitas sosial, kemudian berperan menjaga keharmonisan rumah tangga dengan membangun kedekatan baik dengan anak maupun pasangan di malam hari.

“Hal ini akan sulit dilakukan jika pria dalam kondisi fisik atau staminanya menurun,” jelas dr Ratna.

Dexa sendiri telah mengembangkan Pasak Bumi untuk terapi disfungsi seksual. Studi terbaru menunjukkan manfaat pasak bumi atau disebut juga tongkat ali (Eurycoma longifolia) sebagai salah satu pilihan terapi untuk disfungsi seksual pada pria. Pasak bumi diketahui memiliki khasiat farmakologi untuk meningkatkan kadar testosteron, memperbaiki kualitas sperma, hingga sebagai afrosidiak atau obat yang dapat membangkitkan naluri dan hasrat seksual, meningkatkan kesenangan/kepuasan, serta performa seksual.

Menurut Executive Director, Dexa Laboratories of Biomolecular Sciences (DLBS), Dr. Raymond Tjandrawinata, tingkat keamanan penggunaan HerbaPoten diperoleh dari uji praklinik, dimana tidak ada tanda-tanda toksisitas akut yang ditemukan pada subjek pada 14 hari setelah mengonsumsi DLBS5055.

“Kandungan HerbaPoten yakni pasak bumi atau tongkat ali sebanyak 200 mg setiap kaplet adalah kandungan paling tinggi dibandingkan suplemen stamina Herbal lainnya. Selain itu, HerbaPoten yang 100 persen berbahan alam ini diolah dengan Advanced Fractionation Technologysehingga menghasilkan fraksi bioaktif DLBS5055 dengan profil keamanan yang baik jika digunakan sesuai dengan dosis anjuran,” jelas Pak Raymond.

Penggunaan sesuai dosis anjuran, terbukti mampu meningkatkan sexual desire, sexual satisfaction, dan dapat memelihara mood. (*/fs)


4 views
  • SOSMED-01
  • SOSMED-02